• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Follow This Blog
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Majelis Ta'lim An Nabawiyah
  • Home
  • Catatan
    • Inspirasi
    • Hikayat
    • Karya Tulis
  • Edukasi
    • Hikmah
    • Khazanah
    • Kumpulan Doa
    • Kupas Sunnah
    • Mengenal Tokoh
    • Sejarah
    • Tameng Aqidah
  • Fiqih
    • Ibadah
    • Jinayah
    • Muammalah
    • Mawaris
    • Qowaid Fiqhiyah
    • Siyasah
    • Ushul Fiqih
  • Motivasi
    • Opini Saya
    • Mutiara Kata
Home » Edukasi » Tameng Aqidah » Beraneka Kejahatan Tanda Lemahnya Iman

Beraneka Kejahatan Tanda Lemahnya Iman

Beraneka Kejahatan Tanda Lemahnya Iman


Salah satu misi penyampaian ajaran Islam yang dibawa Baginda Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam adalah menyempurnakan akhlak manusia. Baik itu akhlak kepada Allah Subhannahu Wa Ta’ala, diri sendiri, orang lain, maupun akhlak terhadap lingkungan. Oleh karenanya, Allah membimbing Rasululllah agar ‘memanusiakan’ kembali masyarakat jahiliyah yang sudah luar biasa rusak moralnya.

Untuk mencapai misi tersebut, hal pertama yang dilakukan Rasulullah adalah menanamkan prinsip-prinsip aqidah Islam kepada umatnya. Lebih dari separuh periode risalah beliau dihabiskan untuk dakwah tauhid ini saja. Hasilnya, para sahabat yang hidup pada zaman itu mampu meraih taraf keimanan yang tinggi, sehingga mereka pun mencintai Allah dan rasul-Nya di atas segala-galanya.

Dari situ kita semakin tahu, aqidah yang kuat menjadi pondasi utama dalam membentuk akhlak seorang Mukmin. Seorang yang benar-benar beriman akan mencintai apa pun yang dicintai Allah. Dia pun akan melakukan hal-hal yang di ridhoi Allah saja dan menjauhi segala perbuatan yang dimurkai Robbal ‘Alamiin. Rasulullah pernah bersabda:
“Tidak akan pernah berzina seorang pezina kalau dia dalam keadaan beriman. Tidak akan pernah mencuri seorang pencuri kalau dia dalam keadaan beriman. Tidak akan minum khamar pula seorang peminum khamar jika dia dalam keadaan beriman.” (H.R. Bukhari).
Dalam riwayat lainnya juga dijelaskan:
“Iman itu laksana pakaian yang Allah kenakan kepada hamba-Nya. Bila seorang berzina, maka lepaslah pakaian tersebut. Bila dia bertobat, maka dikembalikan lagi pakaiannya.” (H.R. Baihaqi)
Pada dua hadits di atas, Rasulullah telah menafikan maksiat bisa menyatu dengan keimanan. Jadi, tidak mungkin seseorang mengaku beriman, jika pada saat yang sama dia melakukan hal-hal yang dilaknat Allah. Jika seorang Mukmin melakukan maksiat, maka berarti ketika itu dia tengah mengalami krisis keimanan yang luar biasa.

Kondisi inilah yang sedang dihadapi masyarakat kita sekarang. Dalam berbagai pemberitaan akhir-akhir ini, kita mendengar kejahatan seksual marak terjadi di mana-mana. Termasuk di antaranya kasus pelecehan, perkosaan,
incest, hingga pedofilia (berhubungan badan dengan anak-anak). Bahkan, menurut sebuah catatan, ada satu pelaku sodomi di Sukabumi yang diperkirakan sudah ‘memangsa’ lebih dari seratus bocah. Ini sangat mengerikan!

Perbuatan keji di atas hanya dilakukan oleh orang-orang yang tidak beriman. Akhlak mereka bahkan lebih rendah dari hewan. Ayam jantan saja tidak akan mau menggauli anak ayam yang masih kecil. Demikian pula kucing dewasa enggan melakukan hubungan badan dengan anak kucing. Masihkah layak mereka disebut manusia yang beriman?

وَلَقَدْ ذَرَأْناَلِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِصل لَهُمْ قُلُوبٌ لَّايَفْقَهُوْنَ بِهَا وَلَهُم أَعْيُنٌ لَّايُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَّايَسْمَعُونَ بِهَٓاج أُوْلّٰٓئِكَ كَالْأَنْعٰمِ بَلْ هُمْ أَضَلُّج أُوْلٰٓئِكَ هُمُ الْغٰفِلُونَ (ائعراف : ١٧٩)

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (Q.S. al-A’raf: 179).

Sahabat yang budiman, berbagai kejahatan seksual dan akhlak buruk yang merebak belakangan ini berawal dari lemahnya aqidah umat. Sayangnya, dakwah yang ada saat ini masih jarang sekali menyasar ke arah pembenahan aqidah seperti yang telah diajarkan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dan para sahabat. Kebanyakan hanya dilakukan untuk mencari popularitas semata. Lantas di manakah hakikat dakwah yang sebenarnya?

Demikianlah tulisan pertama saya mengenai “Beraneka Kejahatan Tanda Lemahnya Iman”, semoga ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua. Aamin Ya Robbal ‘Alamiin!
Posted by Unknown on Friday, July 4, 2014 - Rating: 4.5
Author Photo Unknown
Title : Beraneka Kejahatan Tanda Lemahnya Iman
Description : Salah satu misi penyampaian ajaran Islam yang dibawa Baginda Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam adalah menyempurnakan akhlak manusia....
Facebook Google+ Twitter

0 Response to "Beraneka Kejahatan Tanda Lemahnya Iman"

Post a Comment

Newer Post
Older Post
Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Entry Popular

  • Tips Wajah Bersih dan Bercahaya dalam Islam
    Sejenak kita abaikan topik politik yang sedang memanas. Mari kita sejukkan ruang hidup kita dengan sesuatu yang lebih bisa menyita perha...
  • Bagaimana Hukum Belajar Ilmu Haid?
    Mengingat permasalahan haid senantiasa berkaitan dengan rutinitas ibadah setiap hari, maka seorang wanita dituntut untuk mengetahui huku...
  • Bagaimana Pembagian Waris Menurut Islam?
    Berikut ini adalah beberapa ayat-ayat dalam Al Qur’an yang membahas mengenai Waris. Dalam Surat An Nisaa’ ayat 11 dan 12 berbunyi: ...
  • Bagaimana Hukum Bunga Bank Dalam Pandangan Islam?
    Awal pertama kalinya saya menabung adalah saat diajak oleh sahabat sekaligus guru saya “Ali Zain Aljufri” di Bank BRI Syari’ah. Dari si...
  • Beraneka Kejahatan Tanda Lemahnya Iman
    Salah satu misi penyampaian ajaran Islam yang dibawa Baginda Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam adalah menyempurnakan akhlak manusia....
©
Powered by Blogger - All Rights Reserved